Syahrul Beddu : SK Umar Bonte SK Rutan

  • Bagikan
KOLAKAPOS, Kendari--Pengakuan Umar Bonte sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sultra, dengan mengantongi Surat Keputusan (SK) nomor KEP.133/DPP KNPI/VIII/2017. Ditanggapi dengan dengan santai oleh Ketua KNPI Sultra, Syahrul Beddu. Menurutnya pengakuan Umar Bonte di salah satu media cetak di Sultra, bahwa dia (Umar Bonte, red) sebagai ketua KNPI Sultra itu hanya untuk mencari sensasi saja, karena moment Pemilihan Kepada Daerah 2018 dan Pemilihan Presiden 2018. "Kita maklumi saja. Ini kalau diibaratkan makanan sudah lama hanya dipanasi kembali. Kan ini lagi panas-panasnya Pilkada jadi dia lagi cari panggung untuk Pilkada nanti," tuturnya saat ditemui dikediamannya. Kamis (17/8) Sore. Selain itu Ketua KNPI Sultra Syahrul Beddu yang mengantongi SK nomor KEP.047/DPP KNPI/X/2016 yang ditanda tangani oleh Ketua Umum KNPI, Muhammad Rifai Darus Mengatakan, bahwa klaim Umar Bonte bahwa dirinya sebagai karateker atau pemegang mandat KNPI Sultra tidak mendasar meskipun Anggora DPRD Kota Kendari fraksi PDI Perjuangan itu mengantongi SK. " SK yang dimiliki itu SK Rutan, karena yang menandatangani SKnya itu Fahd Rafiq yang saat ini jadi tahanan KPK," ujarnya. Anggota DPRD Propinsi Sultra itu menyampaikan, bahwa Umar Bonte sebenarnya salah sasaran, dengan mengatakan telah mengkaratekerkan dirinya. Dimana yang seharusnya dikaratekerkan oleh Umar adalah kepengurusan Ikhsan Ridwan Bae tahun lalu versi Fahd Rafiq. "Dipusat memang ada dualisme antara Fahd dan Rifai, dan SK yang saya kantongi adalah SK versi Rifai. Dimana sebelumnya dilakukan Kongres yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla," ucapnya. SB Sapaan Akrabnya menjelaskan, dirinya tidak mau terlalu ambil pusing dengan Umar Bonte yang mengklaim sebagai Ketua KNPI Sultra. Karena hanya akan menyita waktu saja, dirinya kini harus fokus memikirkan program-programnya di KNPI Sultra harus sukses. "KNPI saya akan jadikan sebagai wadah perhimpunan pemuda untuk meningkatkan kualitas sumber daya pemuda Sultra, dan KNPI akan membangun jaringan yang luas, supaya pemuda Sultra lebih dikenal seluruh indonesia. Jadi untuk yang mengkalaim itu biarkan saja, mungkin dia lagi belajar beroganisasi," tutup Syahrul Beddu. (P2/hen)
  • Bagikan