Warga Sultra Belum Seluruhnya Terdaftar BPJS Kesehatan
KOLAKAPOS, Kendari--Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulselbartra Maluku I Made Pujayasa mengatakan saat ini
belum semua warga di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang masuk atau terdaftar dalam program JKN-KIS.
"Dari jumlah masyarakat Provinsi Sultra sebanyak 2,5 juta jiwa, baru 1,7 juta jiwa yang masuk dalam
program JKN-KIS atau 67,89 persen," kata Made Pujayasa saat penandatanganan kerja sama
kepesertaan JKN KIS antara BPJS Kesehatan dan Pemprov Sultra di Kendari.
Made mengharapkan kepada pemerintah kabupaten/kota di Sultra untuk segera memenuhi
pengintegrasian program kesehatan daerahnya ke dalam program JKN-KIS bagi masyarakat kurang
mampu.
"Kemudian, bagi masyarakat penerima upah perusahaan dapat segera mendaftarkan pekerjanya
termasuk peserta mandiri," katanya.
Menurutnya, untuk pemerintah 17 kabupaten/kota sendiri, BPJS Kesehatan menargetkan 137.000 jiwa
harus terdaftar dalam program JKN-KIS dengan pembiyaan melalui APBD.
"Sementara untuk Pemerintah Provinsi Sultra sendiri pengintegrasian dari Jamkesda Bahteramas ke JKN
KIS telah atau akan dimulai per tanggal 1 September 2017 sebanyak 38.000 jiwa," katanya.
Dijelaskan, dengan adanya integrasi tersebut maka akan memberikan keuntungan bagi pemerintah dan
masyarakat.
"Dalam hal alokasi anggaran pemerintah tidak akan kesulitan lagi sebab sudah ada angka pasti jumlah
peserta dan besar iuran pembayaran," katanya.
Kemudian bagi masyarakat umum lainnya, lanjut Made, pemberian layanan akan lebih luas, yang tadinya
hanya berskala provinsi menjadi skala nasional dengan tahapan penggunaan fasilitas kesehatan
berdasarakan aturan yang berlaku atau berjenjang sesuai dengan kategori kelas kartu KIS. (p2/hen)