DPRD Kota Kendari Komitmen tak Terima Suap

  • Bagikan
KOLAKAPOS, Kendari--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari komitmen tak akan menerima suap dalam melaksanakan pemilihan Wakil Wali Kota Kendari periode 2018-2022. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan, bahwa dirinya dan anggota legislatif lainnya sepakat tidak akan menerima suap dalam menentukan 02 Kota Bertakwa ini. "Itu kan hanya wacana di masyarakat, karena belum tentu terjadi seperti itu," jelasnya saat ditemui di ruangannya. Kamis, (26/12). Tak hanya itu lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, dalam melaksanakan pemilihan Wakil Wali Kota diharapkan setiap anggota legislatif lingkup Kota Kendari tidak menggunakan hak pilihnya karena rupiah. "Dengan demikian akan melahirkan Wakil Wali Kota sesuai harapan masyarakat Kota Kendari," paparnya. Menurutnya, masyarakat mempunyai hak untuk bercerita, bahwa dalam menentukan 02 Kota Lulo ini akan terjadi suap, namun dalam realisasinya tidak akan seperti itu. "Semoga semua anggota DPRD tidak menerima suap sepeserpun dari kandidat Wakil Wali Kota," tegas mantan pedagang pakaian itu. Sementara, ketua Komisi I DPRD Kota Kendari Risky Brilian Pagala menuturkan, belum tahu menahu soal isu suap dalam melaksanakan pemilihan Wakil Wali Kota dengan sisa masa jabatan dua tahun kedepan dalam hal ini 2018-2022. Akan tetapi pada prinsipnya di DPRD ini akan lebih proteksi dengan isu suap tersebut. Namun, hal itu dikembalikan dalam diri pribadi masing-masing anggota perwakilan masyarakat Kota Kendari. "Saya sudah konsultasi juga dengan teman-teman, dan kami bersepakat tidak akan menerima suap," tegasnya. Tetapi yang perlu diketahui, terkait pemilihan Wakil Wali Kota itu ada Tim Pansus yang akan dibentuk. Tim tersebut itu akan lebih proteksi dari hal hal seperti itu dalam hal ini suap. "Akan tetapi sebenarnya suap ini sangat merugikan," urainya. Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahwa pemilihan Wakil Wali Kota Kendari di bawah pengawasannya. "Kami sangat mendukung KPK untuk melakukan pengawasan dalam pemilihan Wakil Wali Kota," ungkapnya. Ini merupakan langkah bagus untuk mengantisipasi terjadinya suap dalam menentukan 02 Kota Kendari. "Dengan demikian maka akan melahirkan Wali Kota yang berintegritas," tutupnya. (P2/hen)
  • Bagikan