5 SKPD Rawan Pungli

  • Bagikan

Pemda Konawe Pantau

KOLAKAPOS, Unaaha--Antisipasi Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe dalam memberantas praktek pungutan liar (pungli) ke masyarakat terus di pantau di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). SKPD yang menjadi titik pantau pemda yakni SKPD yang fungsinya bersentuhan langsung ke masyarakat, karena praktek tersebut terjadi terhadap masyarakat yang berniat melakukan pengurusan dokumen formal dan non formal. Dari sejumlah SKPD yang ada di lingkup pemerintah daerah Konawe, lima diantaranya merupakan titik rawan pungli, diantaranya Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pendidikan, kantor Badan Kepegawaian daerah (BKD) dan Dinas Pengelolaan Pasar. Wakil Bupati Konawe Parinringi mengatakan, berdasarkan instruksi Pemerintah Pusat, pihaknya sangat mendukung operasi tangkap tangan untuk mengetaskan praktek Pungli ke masyarakat. Untuk pemerintah Konawe sendiri cara mengantisipasi hal ini pihaknya telah mengintruksikan kepada SKPD terkait yang di nilai rentan dan rawan terhadap pungli seperti Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTPS) yang berhubungan pengelolaan dan perizinan, Dinas Catatan Sipil, Dinas Pertanian, Dinas Pendapatan Daerah, dan Dinas Perhubungan. "Kita sudah tegaskan kepada Dinas ini untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diatur dalam ketentuan yang berlaku untuk itu kita terus melakukan pemantauan terhadap dinas yang memang rawan terjadinya praktek ini," tegasnya. Lanjutnya, pihaknya sudah menyurat kepada seluruh SKPD untuk taat kepada surat edaran dan ketentuan yang telah disampaikan oleh pemerintah pusat terkait praktik pungli-pungli yang tidak diajurkan. Wabup berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada oknum PNS yang kedapatan melakukan praktik pungli ke masyarakat. Dengan demikian, praktik pungli yang terjadi selama ini di instansi tertentu berhenti, sehingga masyarakat yang akan berurusan tidak ada hambatan lagi. "Sikap tegas ini sebagai bukti keseriusan Pemda Konawe untuk mengikis habis segala bentuk pungli yang terjadi di daerah ini," tutup Parinringi. (m4/b/hen)
  • Bagikan

Exit mobile version