Banggar Keluhkan Draft APBD-P Belum Diserahkan

  • Bagikan
KOLAKAPOS, Makassar--Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengeluh belum menerima Draft Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) pada pembahasan APBD Perubahan 2017. Anggota Banggar DPRD Makassar, Rudianto Lallo, membenarkan jika hingga kini belum menerima draft APBD perubahan 2017, sehingga rincian yang dimasukkan belum diketahui. “Tanyakan dong ke pimpinan kenapa belum dibahas, draftnya juga belum ada, bagaimana mau ditahu rincian per SKPD,” ungkapnya di ruang Paripurna di DPRD Makassar. Hal senada dikatakan Koordinator Banggar DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali. Menurut ARA sapaan akrabnya, draft anggaran setiap SKPD belum diterima dewan sampai sekarang, sehingga Bamus belum menjadwalkan pembahasan di banggar. “Saya tidak tahu juga rinciannya karena belum masuk draft dan suratnya di saya, nanti saya cek lagi, “bebernya. Ia berharap draft KUA PPAS harus bersifat sistematis dan informatif saja dan tidak ada penambahan anggaran. “Saya sudah katakan kalau di APBD perubahan 2017 hanya penyesuaian anggaran sebelumnya, tidak ada penambahan, “tambahnya. Sementara itu, Sekertaris Dewan DPRD Makassar, Adwi Awan Umar, menyatakan, drafnya baru diterima minggu lalu sehingga pembahasan masih di tingkat sekertariat dewan sebelum disetorkan ke Banggar. “Saya sudah terima draftnya. Hanya saja, mau dipelajari lagi, karena jangan sampai nanti dikembalikan. Insya Allah minggu depan baru saya setorkan di pimpinan,” katanya. Terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Makassar telah mengusulkan penambahan angaran di APBD 2018. Kepala Dinkes kota Makassar, dr Naisyah T Azikin, mengatakan, perihal penambahan anggaran untuk pembangunan Puskesmas Batua yang akan diubah menjadi rumah sakit. “Pengajuan penambahan anggaran pasti ada, karena puskesmas Batua akan diubah menjadi rumah sakit, itu anggaran yang besar,” ungkap dr Naisyah, kemarin. Ditanya berapa besaran anggaran yang akan diajukan anggaran belanja tahun 2018, dr Naisyah akan melakukan peninjauan kebutuhan. “Nilainya belum final, liat dulu apa apa untuk 2018,”jelasnya. (bkm/fajar)
  • Bagikan