Petani Udang Vaname Kolaka Butuh Modal

KOLAKAPOS, Kolaka--Petani udang Vaneme desa Towua kecamatan Wundulako, butuh modal untuk mengembangkan tambakanya. Modal yang dibutuhkan oleh petani mulai Rp.500 hingga Rp.700 jutaan. Karena kekurangan modal, ada beberapa empang milik petani sewakan.
Salah satu petani tambak di Desa Towua Sarifuddin mengatakan saat ini banyak masyarakat petani tambak yang menyewakan tambaknya. Karena pemilik tambak tidak memiliki modal pengembangan udang Vaname dan jalan yang di tempuh oleh petani untuk mendapatkan modal adalah menyewaka tambaknya.
"Kalau disini ada beberapa empang yang disewakan. Hasil dari sewa tambak tersebut untuk diamfaatkan oleh petani untuk mengembangkan budidaya udang vaname. Untuk di Towua yang menyewakan tambaknya biasnaya memiliki lebih dari satu petak empang," ujarnya.
Untuk permodalan saat ini sangat dibutuhkan oleh petani. Modal yang dibutuhkan dalam siklus pertama bisa mencapai Rp.700 juta perhektarnya. Dengan modal awal Rp.700 juta, banyak petani yang enggan mengembangkan budidaya udang vaname yang benar.
"Kalau modal Rp.700 juta bahkan sampai 1miliar, petani sudah bisa menerapkan dengan sisitem yang benar. Kalau tambak itu berhasil, dari modal Rp.700 juta petani bisa mendapat keuntungan mencapai 2 miliar, namun saat ini petani bingung untuk mencari permodalan," tambahnya.
Sementara itu petani lain Ismail juga mengeluhkan masalah modal pasalnya jika mengambil modal di Bank tanpa ada dukungan dari pemerintah maka bila tambak gagal maka ada aset yang di lelang oleh perbankan.
"Kalau kita nekat ambil kredit di bank Rp.700 juta sudah pasti agunan adalah rumah dan beberaap petak empang.Terus jika empang mendapat musibah dan gagal panen maka tidak akan ada dana untuk membayar kredit. Jalan satu-satunya adalah aset yang menjadi jaminan di Bank akan di jual murah untuk menutupi hutang di bank," katanya.
Sementara itu kepala dinas Perikanan Kolaka H.Syafruddin mengatakan masalah klasik yang dihadapi para petani tambak di Kolaka adalah permodalan. Karena itu ia mengaku telah bertemu dengan Bupati Kolaka H.Ahmad Safei dam meminta pendapat beluai. Untuk mengembangkan tambak Udang vaname di Kolaka. Nantinya pemerintah Kolaka akan memberikan semacam rekomendasi kelompok untuk pengambilan dana di bank.
"Saya sudah informasikan masalah ini kepada Bupati Kolaka. Insyaallah akan ada jalan keluarnya. Modal untuk bididaya udang vaname memang besar namun hasil yang akan di dapatkan bila berhasil juga cukup besar. Banyak petani tambak yang tergiur ingin masuk dalam budidaya udang namun semuanya terbentur modal. Sehingga saat ini pemerintah berupaya untuk membantu petani tambak melalui dana dari perbankan," tuturnya. (hud)