Persiapkan VISI Misi, Demokrat Libatkan Akdemisi

KOLAKAPOS, Kendari--Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melibatkan delapan akademisi, dalam persiapan agenda pemaparan visi dan misi Bakal Calon Gubernur Sultra, yang akan dilaksabakan akhir Juli ini di empat zona.
Menurut Ketua DPD Demokrat Sultra Muhammad Endang SA. Delapan akademisi ini merupakan perwakilan dari beberapa universitas di Kota Kendari. Keterlibatan mereka diposisikan sebagai tim pakar atau perumus materi debat kandidat Gubernur. sebab mereka dinilai netral dan tidak ada hubungan Politik dengan para figur
"Kami menjamin, mereka (para akademisi. red) ini sudah tak diragukan lagi integritasnya, dan merupakan hasil seleksi yang kami nilai benar-benar objektif," ungkapnya, saat ditemui seusai melakukan pembahasan dengan para akademisi tersebut. Sabtu (15/7).
Agenda awal, kata dia, seharusnya diskusi tersebut hanya dilaksanakan selama 1,5 jam saja. Akan tetapi, kegiatan tersebut terlaksana ebih dari tiga jam proses, karena banyak saran yang berkembang dalam diskusi ini.
"Dari hasil diskusi sudah disepakati empat tema utama, yakni tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, peningkatan kesejahteraan rakyat, kemakmuran rakyat dan infrastruktur.
Keempat tema tersebut akan dibahas secara bertahap, dengan konsep satu tema utama disetiap zona yang telah ditetapkan," terangnya.
Kemudian lanjutnya, dari empat tema utama itu dibagi dalam beberapa sub-sub tema, yakni soal lapangan kerja, listrik, mitigasi bencana, korupsi banjir dan hal-hal lainnya. sehingga dalam pemaparan visi misi kandidat, mengedepankan konsep Pilkada itu sebagai pertandingan gagasan, platfon, track record dan penguasaan masaalah serta solusinya. Bukan hanya pertandingan uang semata.
"Kami akan mengaloborasi perbenturan pemikiran kandidat-kandidat, sehingga tidak membawa para figur ini dalam bualan semata, melainkan suatu rekaman program, sehingga siapa pun yang direkomendasikan nanti dan berhasil memenangkan pertarungan Pilgub ini, apa yang disampaikan dalam agenda debat politik tersebut, dapat dilaksanakan dalam aksi nyata," terangnya.
Kedelapan akademisi tersebut, yakni Prof. Dr. Wempy Banga M.Si, Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun M.Sc., Agric, Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti M.Si, Prof. Dr. H. Eka Suaib M.Si, Prof. Dr. H. Abdullah Al Hadzah MA, Prof. Hj Sartiyah Yusran M.Ed., Ph.d, Prof. Dr. Ir. Azhar Bafadal M.Si dan Dr. Ir. Anas Nikoyan M.Si. (k1/b/hen)