Agus Surya Bakti : Program TMMD Dapat Dipelihara dengan Baik

KOLAKAPOS, Kendari--Pangdam XIV/Hasanuddin Mayor Jenderal Agus Surya Bakti secara resmi menutup pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-100 2017 Kodim 1417/Kendari. Penutupan TMMD Ke-100 Kodim 1417/Kendari dilaksanakan di lapangan sepak bola Desa Sandarsih Jaya, Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Dan pelaksanaan upacara penutupan TMMD dihadiri oleh para pejabat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Konsel, serta ribuan masyarakat yang begitu antusias menghadiri pelaksanaan penutupan TMMD.
Mayor Jenderal Agus Surya Bakti yang bertindak selaku Inspektur Upacara penutupan TMMD Ke-100, dalam sambutannya menyampaikan, bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi gelombang ancaman yang sangat deras terhadap berbagai sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. "Berbagai persoalan yang sedang terjadi baik maraknya paham radikalisme, sikap intoleran, ancaman terorisme, penyalahgunaan Narkoba, berkembangnya sikap hedonisme dan konsumerisme, adu domba, memecah belah, memperuncing perbedaan dan upaya memunculkan ideologi selain Pancasila, seolah-olah merupakan virus penyakit yang sedang menggerogoti kekebalan tubuh Bangsa Indonesia yang tergambarkan dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya. Kamis, (26/10).
Lebih jauh Ia menjelaskan, nilai-nilai luhur Bangsa, seperti menghargai perbedaan, persatuan dan kesatuan, rela berkorban dan pantang menyerah, kebersamaan dan gotong royong serta nasionalisme yang menjadi kekuatan perjuangan dalam merebut kemerdekaan seolah-olah semakin ditinggalkan. "Hal tersebut bilamana tidak segera diatasi, maka akan berpotensi melumpuhkan, bahkan menghancurkan Bangsa Indonesia sebagaimana yang terjadi pada kerajaan-kerajaan besar nusantara pada masa lalu yang tercatat dalam sejarah," jelasnya.
Program TMMD yang saat ini telah berlangsung ke 100 kali, pada hakekatnya adalah sebagai implementasi upaya untuk menggali dan membangkitkan kembali sistem kekebalan tubuh Bangsa tersebut, yang pada dasarnya telah melekat secara inherent pada diri Bangsa dan terwujud dalam nilai-nilai luhur serta terangkum dalam falsafah hidup Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. "Kebersamaan dan Kemanunggalan TNI dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD, baik dalam kegiatan fisik maupun non fisik, dapat mengembalikan nilai-nilai luhur yang saat ini terasa semakin terkikis oleh arus globalisasi dan modernisasi, agar kekebalan tubuh atau Imunitas Bangsa Indonesia dapat bertahan dari derasnya ancaman yang semakin sulit untuk diidentifikasi," ucap pria yang mempunyai dua bintang dipundaknya itu.
Diakhir amanatnya Agus sapaan akrabnya mengucapkan, terima kasih kepada Pemda, masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan TMMD ke-100 TA. 2017 sehingga dapat berjalan dengan sukses, aman dan lancar. "Memohon maaf apabila dalam pelaksanaan TMMD ke-100 ini, terdapat tutur kata maupun tingkah laku para prajurit atau ada hal-hal lain yang kurang berkenan dihati masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat di dalam kegiatan ini," tuturnya.
Agus Surya Bakti berharap, agar dapat mempertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI-Rakyat dengan selalu hadir di tengah- tengah masyarakat untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi serta melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan kemudian dapat meningkatkan semangat gotong royong yang merupakan salah satu nilai luhur Bangsa Indonesia. "Pembangunan program TMMD ke-100, baik fisik maupun non fisik untuk dipelihara dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dalam kurun waktu yang lama," tutupnya. (P2/hen)