Warga Net Dikejutkan Video Porno

  • Bagikan
KOLAKAPOS, Kendari--Warga net, khususnya pengguna facebook, dihebohkan unggahan video yang mengandung konten pornografi melalui akun facebook , seorang perempuan yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Unggahan tersebut tak berlangsung lama. Kira-kira dua jam. melalui penelusuran akun facebook yang bersangkutan, sekitar pukul 10.00 Wita sudah dihapus, diganti dengan akun baru. Tinggal menggunakan dua suku kata dari tiga suku kata nama yang digunakan di facebook sebelumnya. Hingga kini belum diketahui motif unggahan video berdurasi 8 menit dan 5 detik itu. Dalam video, terlihat adegan seorang perempuan berbaring, tubuhnya dililit selimut. Sementara di sudut kanan layar terlihat seorang lelaki dielus-elus berulang-ulang. Dalam video itu, wajah lelakinya tidak terlihat. Sementara wajah perempuan terlihat jelas. “Ibu knapa kt buat malu diri sndri...,” komentar Alwien, seorang netizen menanggapi. “Tdk bisa di hapus ka ini video...,” ujar netizen lainnya, Ichal .Lalu ditanggapi Vitrie “Gk bisa di hapus kalau bkn yg punya akun yang hapus.” “Yang punya akun udah tak bisa masuk di akun fbx kasian.. mkx kak xxxxx tak bisa hapus video porno yg bukan dirix.. akun fbx kak xxxxx udah kendalikan sama setan IT,” jawab Agustina. Dalam waktu singkat komentar yang rata-rata simpatik dengan pemilik akun sudah banyak. Termasuk seorang netizen menyarankan agar ramai-ramai melaporkan konten itu sebagai spam. Membandingkan wajah perempuan dalam video tersebut dengan foto-foto pemilik akun. Mempunyai kemiripan, misalnya dilihat dari salah satu tahi lalat yang ada di wajahnya. Kemungkinan besar, video itu direkam saat melakukan panggilan atau percakapan video (video call) dengan pemilik akun FB. Ini terlihat dari munculnya dua gambar dalam layar. Satu gambar adalah dari kamera si-lelaki dan gambar lainnya adalah dari kamera perempuan. Hampir dipastikan, gambar yang terpublish itu adalah dari kamera laki-laki lawan bicara pada video call, namun dipublish melalui akun FB perempuan. Untuk mengungkap kejelasan semua itu, disarankan kepada untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian, dan kepada pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dan bijak dalam bermedsos. (p2/hen)  
  • Bagikan