Dewan Minta PT KNI Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

  • Bagikan
Anggota DPRD Kolaka, Firlan Muharram Alimsyah

KOLAKAPOSNEWS.COM, Kolaka - PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) akan membuka rekrutmen tenaga kerja, untuk persiapan pembangunan konstruksi pabrik pada Desember 2023 ini. KNI merupakan perusahaan yang tengah mempersiapkan pembangunan pabrik nikel di Kecamatan Pomalaa.

Menyikapi informasi tersebut, Anggota DPRD Kolaka Firlan Muharram Alimsyah meminta PT KNI agar memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk direkrut sebagai karyawannya. "DPRD Kolaka, khususnya saya mewakili masyarakat di daerah pemilihan II (Wundulako, Baula, Pomalaa) sangat mengharapkan PT KNI memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat yang berada di ring satu," kata Firlan.

Sekretaris Komisi I DPRD Kolaka itu mengatakan regulasi pemberdayaan tenaga kerja lokal sudah diatur dalam peraturan daerah. Perda ini mengatur kewajiban setiap perusahaan yang beroperasi di Bumi Mekongga untuk memprioritaskan warga lokal sebagai karyawannya, dengan komposisi 70:30 (70 persen warga Kolaka, 30 persen luar Kolaka). "Kita sangat mendukung keseriusan perusahaan KNI melaksanakan aktivitasnya. Makanya, kita backup target pencapaian perekrutan tenaga kerja itu bisa terealisasi di Desember nanti," ujar legislator PKS itu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kolaka, H. Andi Pangoriseng membenarkan informasi terkait rencana rekrutmen tenaga kerja di KNI. Ia menyebut, KNI sudah menyampaikan akan merekrut tenaga kerja di Desember nanti. "KNI sudah kes ini (kantor Nakertrans) melapor. Informasi awal, mereka akan membuka penerimaan tenaga kerja usia 18 tahun sampai 50 tahun, khusus jurusan konstruksi untuk persiapan pembangunan pabrik," kata H. Andi Pangoriseng, saat ditemui di kantornya, Senin (6/11).

Berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan KNI? Andi Pangoriseng mengungkapkan perusahaan akan melakukan perekrutan secara bertahap. Untuk tahap awal dibutuhkan sekitar 1.000 pekerja. "Mereka butuh sekitar lima ribu sampai enam ribuan pekerja. Kalau tahap awal itu sekitar 1.000-an. Mereka akan menerima tenaga kerja secara bertahap berdasarkan kebutuhan," jelasnya. (kal)

  • Bagikan